MKI Jateng-DIY: EBT Solusi Strategis Lepas dari Dominasi Energi Fosil

oleh -16 Dilihat

SEMARANG, 3 Juni 2026 – Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) Wilayah Jawa Tengah dan DIY terus mendorong percepatan pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT), khususnya pemanfaatan energi panas bumi (geothermal), sebagai langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap energi fosil sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional. Dukungan tersebut sejalan dengan komitmen MKI dalam mengawal transisi energi menuju target Net Zero Emission (NZE) 2060.

Ketua MKI Jateng-DIY, Ir. Soewondo Koesoemo, menilai bahwa pemanfaatan sumber energi panas bumi memiliki peran penting dalam mewujudkan sistem ketenagalistrikan yang lebih berkelanjutan. Indonesia, termasuk wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya, memiliki potensi energi panas bumi yang besar dan dapat menjadi sumber listrik baseload yang andal untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan kebutuhan energi nasional.

Menurutnya, ketergantungan yang tinggi terhadap batu bara, minyak bumi, dan gas alam perlu dikurangi secara bertahap melalui diversifikasi sumber energi yang lebih ramah lingkungan. Pengembangan panas bumi dinilai mampu memberikan pasokan listrik yang stabil sekaligus menekan emisi karbon dari sektor energi yang selama ini menjadi salah satu penyumbang emisi terbesar.

Selain mendorong pengembangan panas bumi, MKI Jateng-DIY juga aktif mengkampanyekan pemanfaatan energi terbarukan lainnya seperti tenaga surya, biomassa, hidro, dan teknologi Waste-to-Energy (WtE) atau Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Oleh karena itu pemerintah agar dapat terus mempercepat regulasi, perizinan, dan insentif investasi bagi proyek-proyek EBT agar pemanfaatannya semakin optimal.

Soewondo berharap dengan percepatan pengembangan EBT dan implementasi teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik dapat memberikan manfaat ganda bagi Indonesia, yakni meningkatkan ketersediaan pasokan listrik nasional sekaligus membantu mengatasi persoalan lingkungan yang semakin kompleks. Ia menegaskan bahwa kolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor utama dalam mewujudkan sistem energi yang bersih, berkelanjutan, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi nasional di masa mendatang.

“Pengembangan energi baru terbarukan dan pemanfaatan sampah menjadi energi listrik merupakan langkah nyata menuju masa depan energi Indonesia yang lebih mandiri, berkelanjutan, dan ramah lingkungan. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat, saya optimistis target transisi energi nasional dapat tercapai,” ujar Soewondo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.