Hari Bhayangkara ke-80, BEM Pesantren Dukung Transformasi Polri

oleh -18 Dilihat

JAKARTA – Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 pada 1 Juli 2026 menjadi momentum penting bagi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Bertepatan dengan peringatan tersebut, DPR RI juga telah mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Polri yang diharapkan menjadi landasan baru dalam memperkuat peran institusi kepolisian.

Koordinator Pusat (Korpus) BEM Pesantren, Ahmad Tomi Wijaya, menyampaikan ucapan selamat Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus menitipkan harapan besar agar regulasi baru tersebut benar-benar membawa Polri semakin dekat dengan rakyat, bukan sebaliknya.

“Selamat Hari Bhayangkara ke-80. Delapan dekade pengabdian merupakan perjalanan panjang yang penuh dedikasi. Kami berharap disahkannya RUU Polri menjadi momentum untuk memperkuat profesionalisme Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” ujar Ahmad Tomi Wijaya dalam keterangan tertulisnya.

Menurutnya, tantangan keamanan yang semakin kompleks menuntut Polri untuk semakin adaptif, modern, namun tetap humanis. Ia menegaskan bahwa kehadiran RUU Polri harus mampu memperkuat fungsi kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas), sekaligus meningkatkan kepercayaan publik.

“RUU Polri jangan sampai menjauhkan polisi dari rakyat. Justru regulasi ini harus menjadi penguat agar Polri semakin dicintai masyarakat. Keamanan yang kondusif hanya dapat terwujud apabila kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum terus meningkat,” tegasnya.

Selain itu, BEM Pesantren juga mendorong agar Polri semakin membuka ruang kolaborasi dengan mahasiswa, santri, dan organisasi kemahasiswaan sebagai mitra strategis dalam menjaga persatuan bangsa.

Ahmad Tomi menilai mahasiswa dan kepolisian memiliki tanggung jawab moral yang sama dalam mengawal kehidupan demokrasi, menjaga persatuan nasional, serta membangun Indonesia yang lebih maju.

“Kritik dan gagasan dari mahasiswa merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Karena itu, kami berharap Polri semakin terbuka terhadap ruang dialog, menghargai pemikiran kritis mahasiswa, serta memperkuat sinergi dengan organisasi kemahasiswaan dan pesantren,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Ahmad Tomi berharap Hari Bhayangkara ke-80 menjadi awal transformasi Polri menuju institusi yang semakin profesional, presisi, modern, serta tetap mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.

“Kami optimistis Polri akan semakin dekat dengan masyarakat dan terus menjadi sahabat rakyat dalam menjaga keamanan, keadilan, dan keutuhan bangsa Indonesia,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.