Pusbarindo Tegaskan Kepatuhan terhadap Regulasi Impor Bawang Putih

oleh -43 Dilihat

Jakarta – Perkumpulan Pengusaha Bawang Putih dan Umbi Indonesia (Pusbarindo) menyatakan dukungannya terhadap upaya pemerintah mewujudkan swasembada pangan nasional, khususnya komoditas bawang putih. Dukungan tersebut sejalan dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor, mengingat hingga kini lebih dari 90 persen kebutuhan bawang putih nasional masih dipenuhi dari luar negeri.

Ketua Pusbarindo, Antonius Reinhard Batubara, menilai target swasembada bawang putih dapat direalisasikan dalam kurun waktu tiga hingga empat tahun apabila seluruh pemangku kepentingan mampu bersinergi dan tantangan di sektor hulu dapat diatasi secara bertahap.

Menurutnya, terdapat sejumlah faktor yang perlu menjadi perhatian serius, terutama terkait ketersediaan lahan tanam dan penyediaan bibit bawang putih yang sesuai dengan karakteristik iklim di Indonesia. Kedua aspek tersebut dinilai menjadi fondasi utama dalam meningkatkan produksi bawang putih nasional secara berkelanjutan.

Selain persoalan produksi, Antonius juga menyoroti tantangan dari sisi ekonomi. Ia menjelaskan bahwa fluktuasi nilai tukar dolar Amerika Serikat turut memengaruhi biaya pengadaan bawang putih karena komoditas tersebut masih sangat bergantung pada pasokan impor. Di samping itu, biaya distribusi dari sentra produksi menuju pasar-pasar utama, termasuk Jakarta, juga berkontribusi terhadap pembentukan harga di tingkat konsumen.

Sebagai organisasi yang mewadahi pelaku usaha bawang putih dan komoditas umbi-umbian, Pusbarindo menegaskan komitmennya untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung tata niaga yang sehat, menjaga stabilitas pasokan, serta mengendalikan harga komoditas pangan strategis.

Antonius juga menyatakan kesiapan Pusbarindo untuk menjalankan berbagai ketentuan regulasi yang telah ditetapkan pemerintah, termasuk kewajiban tanam bawang putih bagi importir dan kepatuhan terhadap mekanisme perizinan impor yang berlaku.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi kunci dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Dengan kolaborasi yang baik, Indonesia diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap impor bawang putih sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan menjaga ketersediaan pasokan bagi masyarakat.

Pusbarindo berharap berbagai langkah yang tengah ditempuh pemerintah dapat mempercepat terwujudnya swasembada bawang putih, sehingga Indonesia memiliki sistem pangan yang lebih mandiri, tangguh, dan mampu menjaga stabilitas harga di tengah dinamika ekonomi global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.